Feb 13, 2018

Angker Dan Mistisnya Tanjakan Maut "Emen" di Subang Yang Merenggut Banyak Nyawa

Tags

Baru-baru ini terjadi kembali kecelakaan maut yang merenggut banyak nyawa, tepatnya pada Sabtu, 10 Februari 2018 sebuah bis pariwisata mengalami kecelakaan tragis yang menewaskan 26 orang, kecelakaan ini terjadi di Jalan Raya Bandung-Subang Kampung Cicenang, Ciater, Subang, lebih tepatnya berada di Tanjakan Emen.

Seperti di lansir tribunews jumlah terakhir korban yang meninggal mencapai 26 orang, seperti disampaikan oleh Kapolres Subang AKBP M.Joni

Semula Joni mengatakan bahwa 13 orang yang meninggal saat bus itu terbalik di tanjakan emen.

"Ya betul, 26 orang meninggal dunia dan Saat ini masih terus dilakukan pendataan dan identifikasi oleh Satreskrim Polres Subang," ujar Joni melalui telepon.

angker dan mistisnya tanjakan emen yang menyeramkan

Kecelakaan Tragis Bis Pariwisata
Tepatnya pada Sabtu sore yang seharusnya mejadi hari yang membahagiakan untuk para rombongan wisata yang berasal dari Ciputat, Tangerang Selatan. 

Namun nasib berkata lain. Rombongan yang baru pulang berwisata di Gunung Tangkubanparahu tersebut, justru mengalami musibah tragis. 

Bus pariwisata dengan nopol F 7959 AA yang berpenumpang sekitar 50 orang tersebut mengalami kecelakaan di turunan, lantas menabrak tebing, dan selanjutnya terbalik di bahu jalan serta sempat menabrak sebuah sepeda motor. Kecelakaan ini terjadi persis di Tanjakan Emen, yang terletak di Jalan Raya Bandung-Subang, Jawa Barat.

Bukan hal yang aneh bahwa Tanjakan Emen memang sangat terkenal merupakan tanjakan dan turunan maut, banyak sudah kecelakaan yang terjadi di tempat ini, baik kecelakaan ringan maupun berat.

kecelakaan maut bis pariwisata di tanjakan emen februari 2018
image via online24jam.com
Penyebabnya adalah selain kondisi jalan yang agak miring, di sertai oleh turunan dan tanjakan yang curam, di tambah lagi dengan kondisi cuaca yang kadangkala berkabut sehingga mengganggu jarak pandang pengemudi.

Hal lainnya yang menjadi penyebab juga adalah faktor pengemudi dan juga kelaikan kendaraan saat berada di turunan ini.

Di luar faktor tersebut justru kesan mistis yang menurut masyarakat setempat menjadi penyebab utama seringnya terjadi kecelakaan di Tanjakan Emen. 

Beberapa cerita tentang misteri Tanjakan Emen sejak dahulu sudah menyebar dari mulut ke mulut, dan banyak orang yang percaya tentang ke angkeran dan kemistisan tanjakan ini.

Kisah Mistis dan Keangkeran Tanjakan Emen

Banyak versi cerita  yang beredar di masyarakat sekitar tentang asal-usul nama tanjakan Emen ini, salah satunya mengapa tanjakan ini di namakan "Emen". 

Dahulu pada tahun 1964 ada seorang supir oplet jurusan Bandung-Subang yang bernama Emen, supir ini di kenal cukup berani melewati tanjakan ini sendirian di malam hari, saat itu Emen sedang mengangkut ikan asin dari pasar Ciroyom Bandung, namun naas bagi Emen, dia mengalami kecelakaan tragis di tanjakan ini.

Oplet yang di bawanya terbalik dan kemudian terbakar dan saat itu Emen terbakar hidup-hidup hingga tewas, dan sejak saat itu di tempat ini kerap kali terjadi kecelakaan yang berulang, dan konon penyebab kecelakaan tersebut sebagai ulah dari hantu "Emen" yang bergentayangan.

angker dan menyeramkan tanjakan emen yang banyak memakan korban jiwa

Versi lainnya tentang nama Emen berasal dari seorang kernet Bus Bunga yang bernama Emen, dimana pada saat itu Bus tersebut mogok di tanjakan, dan Emen kemudian menganjal roda bus tersebut, namun nahas bus yang di ganjalnya tersebut mundur dan menggilas Emen yang saat itu berada di belakangnya, kejadian ini terjadi sekitar tahun 1969, sejak kematian Emen, konon banyak masyarakat sekitar yang sering melihat penampakan sosok Emen di sekitar tanjakan tersebut.

Versi lainnya lagi beredar, bahwa Emen merupakan korban tabrak lari yang mayatnya bukannya dikebumikan namun disembunyikan di semak-semak di sekitar tanjakan. Dan Konon Arwah Emen pun dipercaya menuntut balas.

Masyarakat sekitar menyakini bahwa sosok Emen kerap kali mengganggu para pengemudi, dengan cara membuat Rem blong, bus tergelincir, ataupun terperosok ke jurang, beberapa peristiwa aneh juga di alami pengendara sesaat ketika melewati tanjakan Emen dimana mobil tiba-tiba mogok.

untuk menghindari gangguan dari arwah dan penunggu tanjakan Emen, pengemudi biasanya membunyikan klakson dan juga melempar uang logam (koin) sebelum dan saat melewati tanjakan Emen. Tindakan tersebut dianggap untuk menghormati arwah penunggu di tanjakan Emen. 

Selain itu membuang puntung rokok sudah dilakukan dari jaman dulu di tempat ini. Konon Emen amat hobi merokok saat mengemudi. 

Tradisi ini biasanya untuk buang sial. Rokok yang dilemparkan pun terkadang masih rokok baru. Bahkan salah satu warga sekitar juga ada yang sering mengumpulkan rokok yang masih bagus, bahkan hingga satu bungkus lebih. 

mitos dan keangkeran arwah penunggu tanjakan emen subang


Selain itu juga pengemudi membunyikan suara klakson, yaitu untuk pemberi tanda kepada pengemudi yang lain yang melaju dari arah berlawanan agar selalu waspada sehingga kecelakaan  dapat terhindarkan.

Terlepas dari hal-hal yang mistis, memang tanjakan dan turunan Emen ini terbilang Ekstrim. Bahkan kemiringannya sekitar 45-50 derajat di sepanjang jarak 2-3 km, sehingga pengemudi harus lebih waspada dan juga hati-hati saat menyetir. 

Bukan hanya butuh konsentrasi serta kondisi fisik yang prima, namun juga performa terbaik kendaraan harus di perhatikan. Selalu pantau kondisi kendaraan ke manapun anda hendak bepergian, mulai dari cek kopling, rem, hingga bahan bakar yang cukup.

Berikut Daftar Kecelakaan Yang Pernah Terjadi di Tanjakan Emen
Dilansir dari viva.co.id berikut daftar Panjang kecelakaan yang pernah terjadi di Tanjakan Emen

November 2004
Sebuah bus pariwisata terguling sesaat setelah menghindari tabrakan dengan sepeda motor di tanjakan Emen tepatnya pada tanggal 18 November 2004. Seorang penumpang bus dan juga 2 pengendara sepeda motor tewas di tempat, sementara 27 penumpang bus lainnya luka berat dan ringan akibat tergencet badan bus.

September 2009
Bus pariwisata yang berpenumpang 25 orang menabrak mobil sedan di tanjakan Emen pada tanggal 26 September 2009. 8 orang tewas seketika serta 7 lainnya mengalami luka berat. Bus nahas itu saat itu baru saja keluar dari kawasan wisata Tangkuban Perahu dan hendak berniat pulang ke arah Subang.

Oktober 2011
Sebuah Minibus pariwisata yang berpenumpang belasan turis berkebangsaan Belanda dan juga Belgia menabrak tebing di tanjakan Emen pada 7 Oktober 2011. Mobil itu diduga mengalami rem blong sehingga sopir tak dapat mengendalikan laju kendaraan sehingga akhirnya menabrak tebing. 3 turis penumpang serta sopir kendaraan itu tewas seketika di lokasi, sementara yang lainnya mengalami luka berat.

Oktober 2012
Bus pariwisata yang berpenumpang 20 turis berkebangsaan Taiwan terguling saat hendak menuruni turunan Emen pada tanggal 1 Oktober 2012. 3 orang tewas seketika dan belasan korban lainnya  mengalami luka-luka dalam kecelakaan tersebut. 

3 orang tewas dalam peristiwa tersebut adalah 2 turis asal Taiwan dan seorang pemandu wisata warga negara Indonesia. Belasan orang lain dalam bus itu mengalami luka-luka.

Juni 2014
Bus pariwisata yang berpenumpang para pelajar SMA Al Huda Cengkareng, Jakarta Barat, terguling sesaat setelah menabrak mobil di turunan Emen pada tanggal 17 Juni 2014. 8 orang tewas yaitu 7 korban siswa dan seorang sopir bus.

Agustus 2014
Seorang pengemudi sepeda motor tewas setelah ditabrak bus pariwisata yang berasal dari Lampung di tanjakan emen, tepatnya pada tanggal 2 Agustus 2014. Bus itu diduga melaju dan tidak terkendali, dan akhinya ke jalur jalur yang berlawanan arah dengan sepeda motor. Bus sempat menabrak talang air dan tebing sungai serta menghantam sepeda motor, lalu akhirnya terjun ke sungai.

April 2017
4 kendaraan bermotor mengalami tabrakan beruntun di tanjakan Emen pada tanggal 2 April 2017. Satu orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Korban meninggal dunia seketika setelah ditabrak mobil minibus yang sarat penumpang, saat itu mobil minibus tersebut melewati turunan dan tanjakan emen, dimana saat itu sang pengemudi Minibus tidak sanggup mengendalikan mobilnya.

Februari 2018
Sebuah bus pariwisata berpenumpang sekitar 50 orang yang berasal dari Tangerang dan Depok terguling di tanjakan Emen pada tanggal 10 Februari 2018. Dua puluh tujuh orang tewas serta 18 orang lainya mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. 

Sebagian besar korban tewas adalah wanita. Dugaan sementara, kecelakaan disebabkan  bus tersebut mengalami rem blong.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon