Mar 3, 2017

Ritual Mandi Dan Bugil Bersama di Sebuah Air Terjun di Haiti

Ada salah satu Festival keagamaan dan ritual yang unik di Negara Haiti, Afrika. dimana setiap tahunnya di sebuah air terjun yang disebut sebagai Saut-d'Eau, ribuan orang berbondong-bondong untuk datang ke festival voodoo dan keagamaan untuk melakukan ritual pembersihan.

Festival yang berlangsung pada 14-16 Juli ini merupakan festival mandi bersama yang dilakukan oleh laki-laki dan juga perempuan di sebuah air terjun Saut-d'Eau.

Uniknya lagi mereka yang mandi baik itu laki-laki atau perempuan tidak sungkan-sungkan ber-bugil ria di hadapan ribuan orang yang mandi disana.

Saut-d'Eau ritual mandi dan bugil bersama di sebuah air terjun di haiti
image via youtube.com

Tidak hanya mandi bersama mereka juga memanjatkan doa khusus kepada roh-roh untuk memberikan mereka masa depan yang baik serta meringankan segala penderitaan mereka.

Air Terjun Saut-d'Eau terletak di atas sebuah bukit di pusat kota Haiti, dan ritual tahunan ini merupakan ritual rutin yang telah mereka lakukan lebih dari 200 tahun yang lalu.

Di tempat ini tepatnya pada tahun 1847, di yakini oleh seorang praktisi Katolik dan Voodoo bahwa Perawan Maria dari Gunung Karmel muncul di sebuah pohon palem di sana, sama kasusnya seperti penampakan Perawan dari Guadalope di Meksiko.

Takut akan adanya tahayul maka pohon tersebut kemudian di tebang, namun tetap saja pohon tersebut menjadi tempat jiarah yang cukup penting di Haiti.

Saut-d'Eau ritual mandi bersama sambil ber bugil ria
Photo by Alice Speri
Voodoo di Haiti tetap merupakan suatu agama yang resmi di Negara ini, dan di perkirakan lebih dari setengah penduduk Haiti masih memeluk agama Voodoo, namun ada juga dari kalangan masyarakat disana yang telah menganut agama Katolik, dan biasanya mereka masih mencampurkan adat dan tradisi dari Katolik dan juga Voodoo.

Negara Haiti pernah di hancurkan oleh gempa yang cukup dahsyat, dimana gempa tersebut telah menewaskan lebih dari 250.000 orang, serta 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggalnya akibat hancur oleh gempa.

Dan tujuan dari orang-orang untuk datang ke tempat Air Terjun Saut-d'Eau adalah meminta doa dan juga keberkahan melalui ritual voodoo serta dari Perawan Maria, dengan harapan bahwa mereka dapat kembali menemukan kehidupan yang lebih baik, apalagi setelah pasca gempa yang banyak menghancurkan rumah mereka.
Saut-d'Eau ritual mandi di sebuah air terjun dengan bugil tanpa pakaian di haiti
Photo by Alice Speri
Dalam ritual mandi di Air terjun ini, selain mandi mereka juga banyak mengorbankan hewan, biasanya berupa ayam atau kambing dan darahnya mereka oleskan kepakaian putih mereka, selain itu mereka melakukan tarian dan juga nyanyian, dan yang lainnya mandi di sekitar Air Terjun sambil berharap bahwa keinginan mereka akan terkabul.

"Banyak orang yang datang untuk pertama kalinya setelah gempa," kata Paul-Erick Mereilier, yang juga kehilangan rumah dan saudaranya dan telah menganggur sejak lulus SMA.

Mereilier percaya selalu dengan Voodoonya, namun dia baru kali ini terpikirkan untuk datang ketempat ini.

"Saya datang untuk mencari kemungkinan, saya ingin meminta kepada roh-roh untuk memberikan sesuatu yang lebih baik," katanya.

Ratusan pria dan juga wanita dari segala usia dimandikan dengan sabun dan juga daun mint, beberapa dari mereka telanjang bulat, dan ada juga yang berpakaian lengkap. 

Beberapa dari mereka meneriakkan ayat-ayat dari Alkitab, ada juga dari kalangan laki-laki muda yang meneguk rum dan anak-anak biasanya bermain di air.

Sedangkan di bawah pohon dari air terjun tersebut, seorang yang dianggap Pemimpin Voodoo, menyambut para jemaah untuk menyalakan lilin, serta melakukan ritual mistis 

"Orang-orang datang ke sini untuk mencari kepuasan dan solusi untuk masalah mereka," kata Chevry yang merupakan Pemimpin Voodoo.

Saut-d'Eau ritual mandi di sebuah air terjun dengan bugil tanpa pakaian di haiti-1
Photo by Alice Speri
"Setiap orang menemukan apa yang mereka cari," katanya, tapi ketika ditanya apakah ritual akan cukup untuk memecahkan masalah Haiti, ia menjawab, "Saya tidak bisa menjamin apa-apa."

Haiti sedang berjuang untuk mengatasi pasca gempa. Tapi bagi banyak orang, ritual ini merupakan bagian dari proses penyembuhan.

"Orang-orang merasa senang di sini, setelah begitu banyak masalah yang mereka hadapi, akhirnya mereka memiliki tempat di mana untuk menyelesaikan masalah mereka," kata Ruth Paul, seorang ibu berusia 40 tahun.

"Ini seperti ketika Anda memiliki masalah dan Anda kemudian pergi ke seorang teman. Meskipun teman Anda tidak dapat membantu Anda 100 persen, Anda merasa nyaman pula, "katanya. "Itu lebih baik daripada anda memendamnya sendiri."


EmoticonEmoticon