Feb 14, 2017

Mengenal Para Personil Udara Yang Membom Atom Hiroshima-Nagasaki

Tepatnya pada tanggal 6 Agustus 1945, pesawat Bomber B-29 Enola Gay menjatuhkan Bom atom di kota Hiroshima.   Bom yang di beri nama "Little Boy" ini jatuh di Hiroshima dan telah merenggut nyawa sekitar 80.000 jiwa manusia 

Dan Nagasaki di Bom Atom pada tanggal 9 Agustus 1945, bom yang di juluki "Fat Man" ini setidaknya telah menewaskan 140.000 jiwa.

Bom Hiroshima
Pesawat Bomber B-29 Enola Gay di awaki oleh 12 orang yang berada di dalam pesawat, dan beberapa dari profil para awak di pesawat tersebut hampir tidak tercatat dalam sejarah.

para personil pembom atom di hiroshima nagasaki

Group Composite 509 di bentuk oleh Angkatan Udara Amerika dengan misi untuk menjatuhkan bom atom pertama selama Perang Dunia II.

Kelompok Group ini merupakan group eksklusif yang terpisah dari pasukan militer Amerika, mereka di latih secara khusus dan rahasia, bahkan para anggotanya pun tidak begitu tahu berapa banyak personil yang benar-benar ikut terlibat dalam misi ini, yang mereka tahu bahwa mereka di beri tugas khusus yang harus mereka kerjakan.

Misi untuk menjatuhkan Bom Atom di Hiroshima di lakukan oleh Pesawat Bomber B-29, kru yang terlibat terdiri dari kru penerbangan, kru tim darat, dan personil-personil lainnya, dan total dari kru ini terdiri dari 1770 orang, dan total melibatkan 7 pesawat bomber, namun yang terdengar hanya pesawat Enola Gay.

enola gay pesawat yang membawa bom atom ke hiroshima dan nagasaki
image via en.wikipedia.org
Kapten Angkatan Udara Theodore Van Kirk asal Belanda, bahkan tidak tahu secara pasti kekuatan dari bom nuklir yang akan di jatuhkan di Hiroshima.

Paul Tibbets yang bertugas sebagai Pilot dari pesawat Bomber B-29, mengatakan bahwa misi ini merupakan cara tercepat untuk mengakhiri perang yang terjadi, dan Van kirk merasa bahwa pemboman Hiroshima adalah harga yang pantas untuk mengakhiri perang sebelum jepang melakukan lebih banyak invasi ke semua penjuru dunia.

"Saya benar-benar percaya bahwa penggunaan bom atom dapat menyelamatkan nyawa dalam jangka panjang. Ada banyak nyawa yang dapat diselamatkan." Ungkap Van Kirk 

Pada tahun 2005, Van Kirk pernah berkata dan menyesali telah membom Hiroshima

"Saya berdoa tidak ada orang harus menyaksikan pemandangan itu lagi. Seperti pemborosan, dan kerugian hidup. Kami melepaskan bom atom pertama, dan saya berharap tidak akan pernah ada lagi. Saya berdoa agar kita  belajar dan mengambil pelajaran untuk semua waktu. Tapi aku tidak yakin dengan apa yang kita memiliki."

little boy bom atom yang telah menghancurkan hiroshima
little boy
Setelah perang, Van Kirk mendapat gelar master di bidang teknik kimia dan bekerja untuk DuPont hingga pensiun. Van Kirk meninggal pada tahun 2014.

Sedangkan Kolonel Thomas Ferebee adalah orang yang menekan tombol untuk menjatuhkan bom di Hiroshima, dia sempat tertidur di pesawat sebelum dan sesudah dia menyelesaikan tugasnya.

Setelah itu Ferebee bertugas di Komando Udara Strategis dan juga di Vietnam, dan selanjutnya pensiun sebagai kolonel penuh.

Kolonel Ferebee, yang pensiun dari Angkatan Udara pada tahun 1970, selalu berpendapat bahwa bom Hiroshima diperlukan. "Saya yakin bahwa pengeboman tersebut menyelamatkan banyak nyawa dengan mengakhiri perang," katanya kepada majalah Newsweek pada tahun 1970.  

Kolonel Ferebee meninggal di Florida pada tahun 2000, pada usia 81 tahun

foto bom atom di hiroshima
bom di hiroshima
Sedangkan Letnan Kolonel Paul Tibbets dipilih untuk mengepalai misi pengiriman bom pada September 1944, dan ia yang memilih kru pada misi tersebut. 

Dimana pada saat itu, Proyek Manhattan sedang mempersiapkan untuk menjatuhkan bom di Eropa serta Asia. Setelah misi pengeboman Hiroshima, Tibbets tetap di Angkatan Udara hingga tahun 1966, mencapai pangkat Brigadir Jenderal. 

Dan Dia bekerja sebagai seorang eksekutif penerbangan hingga pensiun pada tahun 1970.

Dalam sebuah wawancara pada tahun 2002 dengan Studs Terkel, Tibbets mengatakan dia tidak pernah memikirkan tentang misi yang atau tugas yang di berikan padanya,  dia berkata :

"Aku tahu kami melakukan hal yang benar karena ketika aku tahu kita akan melakukan misi untuk membom atom jepang, saya sempat berfikir, ya, kita akan membunuh banyak orang, tapi hal tersebut kita akan menghemat banyak nyawa. Untuk Selanjutnya Kami tidak perlu menyerang Jepang", Ujar Tibbets

Tibbets meninggal pada tahun 2007 pada usia 92. Dia meminta mayatnya di kremasi  agar tidak ada peringatan fisik tentang dirinya, hal ini dimungkinkan apabila dia di makamkan, makamnya akan menjadi tempat ziarah bagi pengunjuk rasa anti nuklir.

Sedangkan Pesawat B-29 Superfortress Bomber yang di beri nama Enola Gay adalah pesawat utama yang membawa bom atom dan kemudian menjatuhkannya, Enola Gay di ambil dari nama Ibu dari Kolonel Paul Tibbets. 

Setelah menyelesaikan misinya membom atom, pesawat ini kembali ke Amerika Serikat, dan kemudian beroperasi di Roswell Army Air Field, New Mexico.

Pada Bulan Mei 1946, pesawat ini kemudian di terbangkan ke Kwajalein untuk melakukan tes nuklir pada operasi Crossroads di Pasifik, namun pesawat ini tidak terpilih untuk melakukan tes bom atom di Bikini Atoll.

Tahun berikutnya pesawat ini kemudian di pindahkan ke Smithsonian Institution, dan kemudian di parkir selama bertahun tahun di pangkalan udara tersebut, akhirnya pada tahun 1961 pesawat ini di bongkar dan kemudian diangkut ke fasilitas penyimpanan Smithsonian di Suitland, Maryland, Amerika Serikat.


7 Personil Misi Pesawat Pembom di Hirosima 6 Agustus 1945
1. Pesawat Straight Flush, Pilot Mayor Claude R. Eatherly, Tugas Pemantauan Cuaca di Hiroshima.
2. Pesawat Full House, Pilot Mayor Ralph R. Taylor, Tugas Pemantauan Cuaca di Nagasaki
3. Pesawat Jabit III,  Pilot Mayor John A. Wilson, Tugas Pemantauan cuaca di Kokura.
4. Pesawat Enola Gay, Pilot Kolonel Paul W. Tibbets, Tugas Pengiriman Senjata dan pembom utama.
5. Pesawat The Great Artiste, Pilot Mayor Charles W. Sweeney, Tugas Instrumentasi dan pengukuran Ledakan.
6. Pesawat Necessary Evil, Pilot Kapten George W. Marquardt, Tugas pengamatan dan fotografi ledakan.
7. Pesawat Top Secret, Pilot Kapten Charles F. McKnight, Tugas Serangan cadangan apabila misi gagal

Bom Nagasaki
pesawat Bockscar yang membom nagasaki
Pesawat Bockscar, image via id.wikipedia.org
Penentuan waktu untuk pemboman kedua merupakan tugas dari Letnan Kolonel Paul Tibbets, serangan awalnya akan dilakukan pada 11 Agustus, lantas rencana tersebut di geser dan di majukan menjadi 9 Agustus untuk menghindari perkiraan cuaca buruk.

Pesawat yang bertugas untuk membom Nagasaki adalah Pesawat Bockscar, pesawat ini di awaki oleh Mayor Charles W. Sweeney, yang mengangkut "Fat Man" ke target utama yaitu Kokura dan Nagasaki.

Tepat pukul 11:01 waktu setempat, Nagasaki menjadi sasaran pemboman pesawat Bockscar, Kapten Kermit Beahan melihat terget bom sudah sesuai rencana, dan Bom Fat Man kemudian di jatuhkan di lembah industri di Nagasaki.

Bom kemudian meledak di ketinggian 10M diatas lapangan tenis, efek ledakan terjadi hampir 3Km dari lokasi bom di jatuhkan, bom ini jatuh di sebelah barat laut yang di batasi oleh Lembah Urukami.

Bom dahsyat tersebut menghasilkan ledakan yang sangat luar biasa, panas yang di keluarkan oleh bom ini bersuhu 3900 Derajat Celsius serta menghasilkan angin kencang berkecepatan 1,005 km/jam.


bom di kota nagasaki yang menghancurkan seluruh kota
bom di kota Nagasaki
Meski bom Nagasaki lebih kuat daripada bom di Hiroshima, namun dampaknya dibatasi oleh perbukitan di Lembah Urakami yang sempit.

Dari 7.500 karyawan Jepang yang saat itu bekerja di Pabrik Munisi Mitsubishi, termasuk juga pelajar yang dimobilisasi serta pekerja reguler setidaknya 6.2000 karyawan tewas. 

Kurang lebih 17.000–22.000 orang yang saat itu bekerja di pabrik perang lainnya di Nagasaki juga ikut tewas.

Perkiraan korban tewas jumlahnya bervariasi mulai dari 22.000 sampai 75.000 jiwa.

Beberapa hari, dan juga beberapa bulan setelah ledakan, banyak orang yang akhirnya juga meninggal akibat dampak bom. 

Karena terdapat pekerja asing yang tidak resmi serta personel militer yang juga transit di sana, perbedaan perkiraan total jumlah korban yang tewas pada akhir 1945 sangat besar. 

Berbagai penelitian juga menyebutkan bahwa korban meninggal mencapai angka mulai dari 39.000 sampai 80.000 jiwa.


6 Personil Misi Pemboman Kota Nagasaki 9 Agustus 1945
1. Pesawat Enola Gay, Pilot Kapten George W. Marquardt, Tugas Pemantauan Cuaca di Kokura.
2. Pesawat Laggin' Dragon, Pilot Kapten Charles F. McKnight, Tugas Pemantauan Cuaca di Nagasaki.
3. Pesawat Bockscar, Pilot Mayor Charles W. Sweeney,Tugas Pengiriman senjata dan Pembom Utama.
4. Pesawat The Great Artiste, Pilot Kapten Frederick C. Bock, Tugas Instrumentasi dan pengukuran ledakan.
5. Pesawat Big Stink, Pilot Mayor James I. Hopkins, Jr, Tugas pengamatan dan Fotografi Ledakan
6. Pesawat Full House, Pilot Mayor Ralph R. Taylor, Tugas Serangan cadangan apabila misi gagal


EmoticonEmoticon