Feb 5, 2016

Fakta Menarik di Balik Pembuatan Film Dewasa atau Film Porno

fakta unik dan ironis dibalik pembuatan film porno

Industri Film Porno atau film Dewasa atau biasa di sebut blue film tidak dapat dipungkiri memang memiliki daya pikat atau daya tarik bagi peminatnya, perkembangan film dewasa semakin marak dan juga ramai, beberapa negara seperti jepang bahkan mulai mengibarkan sayapnya dengan lebih serius dalam menggarap film porno.  

Tapi tahukah anda fakta di balik pembuatan film porno, kalau biasa kita melihat film porno yang sudah jadi, pasti kita akan terbayang bahwa dua sejoli yang sedang memadu kasih sangat menikmatinya, tapi dibalik itu tahukah anda fakta sebenarnya dalam pembuatan film porno ini, berikut beberapa fakta dalam pembuatan film porno.

1. Pembuatan Film Porno banyak Menguras Fisik dan Mental untuk Para Pemainnya
Sesungguhnya pembuatan film porno ini sangat menguras fisik dan mental pemainnya, terutama pemain wanita, dimana dalam pembuatan film porno tersebut banyak kru dan juga sutradara yang berada dihadapannya untuk siap mengambil adegan adegan, selain itu juga sang fotographer siap mem "freeze" adegan tertentu agar bisa di ambil angle foto yang terbaik.

2. Dibutuhkan Obat kuat untuk Pemain Pria
Kalau anda biasa melihat seorang pemain pria bisa bertahan lama dalam beradegan seks dalam film tersebut, faktanya itu tidaklah benar, seorang pemain pria biasanya hanya bisa bertahan beberapa menit saja dalam beradegan seks dengan lawan mainnya. 

Sutradara dan kru lainnya biasanya harus menunggu pemain pria untuk bisa on dan ereksi kembali, atau mereka biasa menggunakan obat kuat seperti viagra dan lainnya.

3. Orgasme Palsu
Jika anda melihat dalam film porno bahwa sang wanita sangat menikmati adegannya dengan ekspresi orgasme, itu sebenarnya tidaklah benar, mereka hanya dibuat seolah olah mengalami orgasme dan sangat menikmati adegannya

4. Mengkonsumsi Minuman Keras atau Drug 
Film porno biasanya membuat beberapa adegan atau scene, biasa para pemain menghabiskan waktunya dengan mengkonsumsi minuman keras atau drug, agar bisa mengurangi rasa lelah ataupun sakit dalam adegan atau scene berikutnya

5. Para Artis Porno Sebenarnya tidak menikmati saat pembuatan Film Porno
95% para pemain film porno sebenarnya tidak menikmati dalam beradegan, karena proses pembuatan film tersebut bisa menghabiskan waktu selama 18 jam untuk satu judulnya, hal ini dilakukan untuk menghemat budget, selain itu mereka dalam satu kali shooting bisa melakukan 3 sampai 4 scene berbeda sehingga sangat melelahkan dan juga membosankan.

6. Sistem Kontrak yang Tidak Jelas 
Para pemain atau artis porno  sebenarnya karirnya sangat tidak jelas,karena mereka independen tanpa ada kontrak yang terikat. 

Mereka hanya bergantung kepada agensi yang mengorbitkan mereka,terkadang apabila mendapatkan agensi yang tidak baik justru mereka di tupu oleh agensi tersebut, oleh karena itu para artis porno harus bisa memanejemen dirinya agar karirnya bisa bertahan.

7. Terjangkit Penyakit Menular, Stress dan Depresi
Faktanya membuktikan antara tahun 2003 sampai 2005, 976 bintang film porno dilaporkan positif menderita penyakit menular seperti HIV AIDS, dan di tahun 2007, 9 orang bintang film porno meninggl akibat HIV.  Fakta lain menyebutkan bahwa sejak tahun 1990, 26 bintang film porno mati bunuh diri akibat depresi berkepanjangan.  

Fakta mengejutkan terungkap bahwa sejak tahun 1990 ada 45 bingtang porno meninggal akibat overdosis Narkoba, sungguh ironis.



Berikut ini Pengakuan Artis Bintang Film Porno Shelly Lubben yang Berhenti dari Industri Film Porno
shelly lubben eks bintang porno blak blakan tentang busuknya industri film porno

Shelly Lubben berkata blak blakan tentang industri film porno, dia berkata bahwa apa yang dia lakukan dalam industri film porno semata mata untuk uang. "Aku hanya mau uang, aku tidak pernah menyukai seks", demikian ungkapan Shelly.  Faktanya Shelly lebih banyak minum Jack Daniels daripada bersama para pria yang dibayar seperti aku untuk berpura pura dalam film.

Ya Benar tidak ada diantara kami gadis-gadis blonde yang menyukai being in porn movie. Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli dengan kami. 

Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai muntah di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.

Tapi Industri Film Porno ingin agar kamu selalu berpikir kalau kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.

Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami hanya diberi dua pilihan oleh produser, Lakukan atau Pulang Tanpa Bayaran. Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi, demikian ungkap Shelley.


EmoticonEmoticon